suratresmi » Pendidikan » Pengertian Manajemen Keuangan

Pengertian Manajemen Keuangan

Pengertian Manajemen Keuangan

Pengertian Manajemen Keuangan – Keuangan merupakan hal yang krusial bagi setiap perusahaan, organisasi, bahkan untuk perorangan. Setiap perusahaan misalnya, harus bisa memanage dengan baik keuangan mereka untuk bisa mendapatkan keuntungan.

Bahkan dalam kehidupan pribadi pun juga demikian, dimana setiap orang harus bisa mengatur keuangan masing – masing. Sebab jika tidak, maka berapa pun uang yang dimiliki, akan kurang mampu memaksimalkan penggunaanya dan mungkin akan terlilit hutang.

Secara garis besar, aktivitas manajemen keuangan berhubungan dengan.

  1. Aktivitas Penggunaan Dana, yakni menginvestasikan dana pada berbagai aktiva.
  2. Aktivitas Perolehan Dana, yakni mendapatkan sumber dana, baik dari internal ataupun eksternal perusahaan.
  3. Aktivitas Pengelolaan Aktiva, yakni pengelolaan dana yang sudah dialokasikan dalam bentuk aktiva dengan seefisien mungkin.

Pengertian Manajemen Keuangan

Pengertian Manajemen Keuangan

Pengertian Manajemen Keuangan adalah segala kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian, dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu perusahaan atau organisasi.

Melihat banyaknya para pakar pendidikan yang berpendapat mengenai pengertian manajemen keuangan, mungkin memang sedikit antara yang satu dengan yang lainnya. Pengertian tersebut diatas kami ambil dari wikipedia tentang manajemen keuangan, yang tentunya tidak akan jauh berbeda dengan pendapat para pakar lainnya.

Ada banyak hal yang mempengaruhi sukses atau tidaknya sebuah perusahaan. Namun manajemen keuangan merupakan salah satu faktor yang sangat penting, dan tidak bisa diabaikan oleh setiap pimpinan sampai dengan bawahan di suatu perusahaan.

Pada perusahaan, biasanya akan memiliki seorang manajer keuangan dengan berbagai kebijakan yang dimiliki. Kebijakan yang dimiliki mungkin berbeda dengan manajer keuangan di perusahaan lain, namun akan tetap berfokus pada perencanaan, pencarian, serta memanfaatkan dana yang ada.

Kebijakan manajemen keuangan tidak bisa difokuskan hanya pada mencari keuntungan perusahaan saja, namun juga harus memperhatikan kesejahteraan pegawai. Alhasil, para pegawai tentu akan lebih berusaha untuk memberikan kinerja yang terbaik.

Manajemen keuangan tidak hanya berguna untuk perusahaan besar. Bahkan dalam usaha niaga tani sekalipun, tetap dibutuhkan manajemen keuangan yang baik. Pentingnya manajemen keuangan dalam perusahaan agribisnis ini juga memiliki tujuan yang kurang lebih sama dengan perusahaan.


Tujuan Manajemen Keuangan

Tujuan Manajemen Keuangan

Setelah mengetahui pengertian manajemen keuangan, tentu kita harus tahu juga tujuan manajemen keuangan. Secara garis besar, tujuannya adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Perusahaan harus memiliki nilai aset setinggi mungkin . Semakin tinggi nilai perusahaan, maka tentu akan semakin baik.

Contohnya saja pada saat perusahaan dijual, maka harga jualnya bisa ditetapkan setinggi mungkin. Begitu juga pada saat menjual atau menawarkan sebagian saham perusahaan, harganya juga tentu akan semakin tinggi.

Berbicara mengenai tujuan manajemen keuangan, memang kelihatan simpel. Namun dalam pelaksanaanya sangatlah krusial dan harus bisa dilaksanakan sebaik mungkin. Berikut beberapa tujuan manajemen keuangan secara lebih rinci.

  1. Meningkatkan Efisiensi. Manajemen keuangan harus bisa memastikan bahwa distribusi keuangan perusahaan untuk semua departemen sudah tepat sasaran.
  2. Mengurangi Biaya Modal. Merencanakan dengan baik penggunaan modal dan berusaha menekan seminimal mungkin tanpa mengurangi kualitas produk atau jasa yang dihasilkan.
  3. Mengurangi Resiko Operasional. Manajer Keuangan harus bisa mengambil setiap keputusan dengan tepat, untuk menghindari resiko rugi.
  4. Kelangsungan Hidup Perusahaan. Perusahaan harus mampu bertahan dalam pergerakan bisnis yang sangat dinamis dan menghindari kerugian atau bangkrut.
  5. Memaksimalkan Kekayaan. Harus mampu meningkatkan nilai perusahaan di pasar saham. Dalam hal ini, setiap pemegang saham akan memiliki kekayaan yang lebih tinggi, juga saham yang dimiliki akan bernilai tinggi di pasar saham.
  6. Menjaga Arus Kas (Cash Flow). Harus memiliki arus kas yang baik, untuk keperluan sehari – hari, seperti pembelian bahan pokok, gaji karyawan, dan sebagainya.
  7. Memaksimalkan Keuntungan. Manajer Keuangan harus bisa memaksimalkan keuntungan yang didapatkan perusahaan, baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang.

Melihat tujuan keuangan, maka tentu saja pekerjaan sebagai Manajer Keuangan tidaklah ringan dan harus dilakukan oleh orang yang profesional di bidangnya. Ada banyak faktor – faktor yang mempengaruhi manajemen keuangan dalam satu perusahaan jasa dagang dan manufaktur, dan semuanya harus bekerja sama.


Fungsi Manajemen Keuangan

Fungsi Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan adalah pekerjaan utama Manajer Keuangan. Namun orang – orang yang terlihat dalam manajemen keuangan tidak hanya satu atau dua orang, sebab manajer keuangan tentu akan memiliki staff yang akan bekerja membantunya.

Fungsi utama manajemen keuangan adalah perencanaan, pencarian, dan juga pemanfaatan dana dengan sebaik mungkin. Untuk lebih jelasnya, berikut fungsi manajemen keuangan yang perlu kita ketahui.

  1. Perencanaan Keuangan (Planning). Merencanakan semua pemasukan dan pengeluaran perusahaan dengan tepat untuk periode tertentu.
  2. Penganggaran Keuangan (Budgeting). Membuat detail dari setiap pemasukan dan pengeluaran yang sudah dibuat pada perencanaan keuangan.
  3. Pengelolaan Keuangan. Mengelola dana perusahaan dengan sebaik mungkin dan dengan tepat sasaran.
  4. Pencarian Keuangan. Mencari sumber dana yang dibutuhkan untuk kegiatan perusahaan.
  5. Penyimpanan Keuangan. Mengumpulkan dana yang dimiliki perusahaan dan memastikan keamanan dana tersebut.
  6. Pengendalian Keuangan (Controlling). Melakukan evaluasi dan perbaikan sistem keuangan perusahaan bilamana terdapat hal yang kurang tepat.
  7. Pemeriksaan Keuangan (Auditing). Melakukan audit internal terhadap keuangan perusahaan dan memastikan tidak ada penyimpanan atau penyelewengan dana.
  8. Pelaporan Keuangan (Reporting). Membuat laporan mengenai kondisi keuangan perusahaan.

Diatas adalah beberapa fungsi manajemen keuangan yang harus dimiliki setiap perusahaan. Lantas, apa fungsi manajer keuangan pada suatu perusahaan?. Berikut ruang lingkup fungsi manajer keuangan dalam melaksanakan tugasnya.

  1. Mengawasi keuangan perusahaan
  2. Menetapkan harga produk atau jasa
  3. Memperkirakan laba (keuntungan) yang akan didapatkan
  4. Mengukur biaya modal kerja.

Dalam pekerjaanya, manajer keuangan harus bisa mengambil keputusan dengan tepat. Adapun pengambilan keputusan tersebut meliputi beberapa hal.

  1. Keputusan Pendanaan ( Financing Decision). Kebijakan pencarian dana perusahaan, baik jangka pendek atau panjang, baik dari internal ataupun eksternal perusahaan.
  2. Keputusan Investasi (Investment Decision). Kebijakan pemilihan investasi ataupun penanaman modal perusahaan yang tersedia yang dinilai menguntungkan.
  3. Keputusan Pengelolaan Aset. Kebijakan pengelolaan aset yang tepat sasaran dan efisien untuk mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan.

Analisa Sumber Dana dan Penggunaanya

Analisa Sumber Dana Dan Penggunaanya

Seorang manajer keuangan harus memiliki kemampuian analisa yang baik terhadap keuangan perusahaan. Analisa bisa dilakukan dengan cara membandingkan prestasi keuangan perusahaan pada dua periode waktu terakhir.

Dengan mengetahui laporan prestasi keuangan, maka bisa diketahui bagaimana dana digunakan dan asal perolehan dana yang dimiliki perusahaan. Analisa rasio keuangan ini bisa dijadikan bahan evaluasi ke depannya.

Secara umum, rasio keuangan yang umum digunakan dikelompokkan menjadi.

  1. Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio). Mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial jangka pendek.
  2. Rasio Leverage. Mengukur jumlah dana yang disupplay oleh pemilik perusahaan atau pemilik saham dibandingkan dengan dana yang diperoleh dari pinjaman kreditur.
  3. Rasio Aktivitas (Activity Ratio). Mengukur efektivitas manajemen dalam menggunakan sumber daya yang ada. Semua rasio aktivitas melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi yang dimiliki.
  4. Rasio Profitabilitas (Rentability Ratio). Mengukur efektivitas manajemen yang didasarkan dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan.
  5. Rasio Pertumbuhan. Mengukur seberapa baik perusahaan mempertahankan posisi pertumbuhan ekonomi dan industri.
  6. Rasio Penilaian. Ukuran prestasi perusahaan yang sangat lengkap. Rasio ini menggambarkan pengaruh dari rasio resiko dengan rasio hasil pengembalian.

Kesimpulan Pengertian Manajemen Keuangan

Kesimpulan Pengertian Manajemen Keuangan

Sekedar mengetahui pengertian manajemen keuangan mungkin bukanlah hal yang susah. Namun dalam pelaksanaanya, manajemen keuangan membutuhkan pengetahuan yang tinggi di bidang tersebut, yang menjadi tanggung jawab manajer keuangan.

Seorang manajer keuangan harus bisa memastikan semua penggunaan dana sudah tepat sasaran. Misalnya ketika mendapat surat pengajuan dana operasional dari departemen tertentu, harus memastikan terlebih dahulu efisiensi dana, baru kemudian menyetujuinya.

Secara sederhana, manajemen keuangan meliputi kebijakan pencarian dana dan pemanfaatan dana untuk mendapatkan keuntungan atau laba. Namun di balik itu, ada banyak sekali proses yang harus dilalui. Itulah sekilas mengenai pengertian manajemen keuangan, tujuan, dan fungsinya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top