Pengertian Surat Pernyataan Hutang dan Contohnya

Surat Pernyataan Hutang – Surat merupakan salah satu bentuk komunikasi resmi yang sampai saat ini masih tetap dipergunakan. Kendati komunikasi sudah bisa dilakukan dengan mudah, baik melalui chatting, perpesanan, ataupun video call, namun penggunaan surat masih tidak bisa ditinggalkan. Hal ini karena surat merupakan alat komunikasi yang resmi dan memiliki bentuk fisik, yang bisa digunakan sebagai bukti otentik di kemudian hari.

Jika anda tidak ingin berlama – lama membaca pengertian dari contoh surat pernyataan hutang, maka bisa langsung melihat contoh – contoh suratnya saja di Contoh Surat Pernyataan Hutang.

Karena memiliki bentuk fisik dan bisa dijadikan sebagai bukti yang otentik, maka surat pun tidak hanya dipergunakan untuk keperluan komunikasi saja. Namun surat juga bisa dipergunakan untuk memberikan pernyataan diri. Pernyataan ini diberikan atas nama seseorang ataupun atas nama perusahaan/instansi pemerintahan. Jadi, jika anda ingin memberikan pernyataan kepada orang lain, anda bisa menggunakan surat pernyataan.

Mengacu pada bahasa yang digunakan, surat pernyataan harus ditulis dengan bahasa yang baku, serta sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Tidak jarang juga surat pernyataan harus dibubuhi dengan materai sebagai penguat isi dari surat tersebut. Salah satu contoh surat pernyataan yang mungkin akan sering kita jumpai adalah contoh – contoh surat pernyataan hutang. Surat ini biasanya ditulis oleh orang yang memiliki hutang kepada orang lain atau kepada pihak lain.

Pengertian Surat Pernyataan Hutang

Jika diartikan secara sederhana, maka surat pernyataan merupakan bentuk pernyataan diri secara resmi dari seseorang kepada orang lain, yang menyatakan sesuatu hal mengenai dirinya sendiri ataupun mewakilikelompoknya sendiri. Jadi, apa yang dinyatakan oleh penulis surat pernyataan adalah hal – hal yang berkaitan dengan dirinya sendiri atau berkaitan dengan kelompoknya.

Surat Pernyataan Hutang merupakan bentuk pernyataan secara resmi yang menyatakan jika penulis memiliki hutang dalam jumlah tertentu kepada orang lain, baik itu berupa uang maupun harta benda lainnya kepada orang lain atau kepada pihak lain. Dan tujuan dari surat pernyataan hutang inipun tentu saja tidak main – main dan memang sangat penting. Bahkan bukan tidak mungkin kalau orang lain tidak akan mau memberikan pinjaman kepada anda jika anda sendiri tidak bersedia menandatangani surat pernyataan hutang.

Salah satu contoh adalah ketika anda ingin meminjam uang dalam jumlah tertentu kepada orang lain. Calon pemberi pinjaman atau calon pemberi hutang tersebut tentu saja akan meminta bukti dari anda jika anda memang benar – benar berniat membayar hutang tersebut. Dan salah satu cara yang mungkin anda lakukan adalah memberikan jaminan kepada pemberi hutang tersebut, baik itu berupa harta bergerak maupun harta tidak bergerak.

Namun tidak cukup sampai disitu saja, anda pun harus menulis surat pernyataan hutang. Dalam surat pernyataan tersebut, anda bisa menjelaskan mengenai jumlah hutang yang anda miliki, jenis harta benda yang anda jadikan sebagai jaminan, batas waktu pembayaran, dan juga beberapa persyaratan lainnya. Jika pemberi hutang tersebut membebankan bunga atas hutang anda, maka sebaiknya anda juga menulis jumlah atau persen dari bunga tersebut.

Jika anda tidak melunasi hutang anda hingga tenggat waktu yang sudah disepakati bersama, maka pihak pemberi hutang akan memiliki hak untuk mengambil atau menyita, memiliki, atau menjual harta yang anda jaminkan sebagai bayaran dari hutang anda tersebut. Jika anda tidak memberikan jaminan sebelumnya, maka surat pernyataan tersebut bisa dipergunakan untuk memroses anda secara hukum yang berlaku. Sementara jika anda tidak membuat surat pernyataan, maka tentu saja pemberi hutang tersebut tidak akan memiliki kekuatan hukum untuk mengambil harta benda anda.

Bagian Surat Pernyataan Hutang

Menulis surat pernyataan hutang tidaklah terlalu susah. Bahkan mungkin menulis jenis surat yang satu ini jauh lebih mudah dibandingkan menulis beberapa jenis surat lainnya. Selain terdiri dari bagian – bagian tertentu, anda juga harus memperhatikan penggunaan bahasa. Penulisan surat pernyataan hutang haruslah menggunakan bahasa yang baik dan benar, serta sesuai dengan ejaan yang disempurnakan.

Berikut adalah beberapa bagian yang mungkin perlu anda cantumkan pada surat pernyataan hutang yang anda tulis :

  1. Kop Surat, tidak seperti kop surat perusahaan atau instansi pemerintahan, anda tinggal menulis SURAT PERNYATAAN HUTANG saja sebagai kop dari surat ini.
  2. Identitas Diri, berisi nama, NIK, pekerjaan, alamat, dan beberapa identitas lainnya yang mungkin diperlukan.
  3. Isi Pernyataan, berisi jumlah hutang yang anda miliki, waktu pembayaran, jaminan (jika ada), besar bunga (jika ada), dan beberapa informasi lainnya.
  4. Penutup, berisikan pernyataan jika anda menulis surat tersebut dalam keadaan sadar dan bukan karena tekanan dari pihak lain.
  5. Nama Kota dan Tanggal, isi dengan nama kota tempat tinggal anda beserta tanggalnya.
  6. Tanda Tangan, bubuhkan tanda tangan sebagai bukti keabsahan dari surat pernyataan hutang tersebut.
  7. Materai, anda juga bisa menggunakan materai sebagai penguat dari keabsahan surat pernyataan yang anda tulis.

Contoh Surat Pernyataan Hutang

Ada banyak jenis dan contoh surat pernyataan hutang yang bisa anda jadikan bahan referensi. Namun pada umumnya, menulis jenis surat yang satu ini tidaklah terlalu susah. Hal yang paling penting dan tidak bisa anda lewatkan adalah isi dari pernyataan yang anda berikan terkait hutang atau pinjaman tersebut. Berikut adalah beberapa contoh surat pernyataan hutang yang mungkin berguna untuk anda.

  1. Pernyataan Hutang Individual
  2. Pernyataan Hutang dengan Batas Waktu
  3. Pernyataan Kesanggupan Melunasi Hutang Pribadi
  4. Pernyataan Hutang dengan Jaminan
  5. Pernyataan Hutang yang Singkat
  6. Pernyataan Hutang kepada Koperasi
  7. Pernyataan Hutang dengan Pembayaran Cicilan
  8. Pernyataan Hutang dengan Pembayaran Lunas
  9. Pernyataan Hutang Tanpa Jaminan
  10. Pernyataan Hutang dengan Bunga
  11. Pernyataan Hutang Waktu Singkat
  12. Pernyataan Hutang dengan Jaminan BPKB Mobil
  13. Pernyataan Hutang dengan Jaminan Sertifikat Tanah
  14. Pernyataan Hutang dengan Jaminan Sertifikat Rumah
  15. Pernyataan Hutang dengan Jaminan BPKB Sepeda Motor

Jadi, anda banyak jenis dan contoh – contoh surat pernyataan hutang yang bisa anda tulis. Semua itu tentu saja tergantung kesepatakan anda dengan pemberi hutang. Usahakan untuk menulis informasi dengan sebenarnya pada surat pernyataan tersebut, agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.