Pengertian Surat Izin, Cara Membuatnya, dan Contohnya

Pengertian Surat Izin – Dalam kehidupan sehari hari, tentu anda sudah sangat paham betul mengenai surat izin. Surat ini juga seringkali dipergunakan oleh banyak pihak, baik itu oleh para karyawan dan pegawai yang bekerja, para siswa sekolah, dan juga para mahasiswa di kampus. Bahkan anda sendiri pun munngkin sudah sering, atau setidaknya pernah menggunakan jenis surat yang satu ini.

Jika anda tidak ingin membaca penjelasan ini berlama lama dan ingin langsung membaca contoh contohnya saja, maka anda pun bisa membacanya pada Contoh Surat Izin.

Surat ini memang merupakan surat yang dipergunakan oleh perseorangan. Namun jika melihat tujuan dari surat ini, maka tujuannya adalah untuk urusan resmi, yakni meminta izin. Surat ini dipergunakan ketika anda tidak bisa melaksanakan kewajiban sebagaimana biasanya, dan harus absen dari kewajiban tersebut. Dan sebagai orang yang bertanggung jawab atas suatu tanggung jawab, maka anda pun harus memohon izin kepada atasan atau kepada pihak tertentu.

Salah satu contoh penggunaan surat ini adalah untuk para karyawan ataupun pegawai yang bekerja. Ketika anda tidak bisa masuk kerja dikarenakan alasan tertentu, maka anda wajib memberikan surat izin kepada atasan anda dimana anda bekerja. Dengan demikian, maka mereka pun akan tahu apa alasan anda tidak bisa hadir dan bekerja, serta berguna untuk menunjukkan itikad baik dari anda.

Bukan hanya untuk para pekerja, bagi anda yang masih sekolah dan kuliah juga harus menggunakan surat ini ketika tidak bisa hadir sekolah dan kuliah. Karena jika tidak, bukan tidak mungkin kalau anda akan mendapatkan peringatan dari pihak sekolah atau pihak kampus.

Pengertian Surat Izin

Dalam kehidupan sehari hari, kita mungkin akan sering membutuhkan izin dari pihak lain. Baik itu dari pihak perseorangan maupun dari pihak kelompok, seperti sekolah dan perusahaan. Dengan izin tersebut, maka kita tidak perlu takut akan mendapatkan sanksi, atau setidaknya tidak akan mendapatkan sanksi yang berat.

Surat Izin adalah surat yang berisikan permohonan izin dari seseorang kepada pihak lain secara resmi dengan suatu alasan tertentu. Jadi, ketika anda memohon izin kepada pihak lain, maka anda harus menyebutkan alasan anda. Jika tidak, maka bukan tidak mungkin kalau anda akan dianggap hanya karena sedang malas saja. Adapun alasan yang sering digunakan adalah karena sedang sakit, sedang ada urusan, dan berbagai alasan lainnya.

Anda mungkin saja memiliki peluang untuk berbohong dan mengarang alasan. Seperti beralasan sakit, sementara anda sendiri hanya sedang malas saja dan berada di rumah. Hal ini tentu saja sangat disarankan dan bisa memberikan efek buruk kepada anda. Jika anda memang sedang sakit, maka ada baiknya bagi anda untuk melampirkan surat keterangan sakit dari dokter, sebagai bukti penguat alasan sakit anda.

Mengenai tujuan dari surat izin, surat ini bisa anda tujukan kepada siapa saja yang berhak menerimanya. Untuk anda yang masih sekolah, bisa menujukannya kepada wali kelas, guru piket, ataupun kepada guru keseluruhan. Sementara untuk anda yang sudah bekerja, bisa membuat tujuan kepada atasan anda, ataupun kepada bagian personalia yang biasanya membidangi kepegawaian di setiap perusahaan.

Bagian Bagian Surat Izin

Bagi sebagian orang, menulis surat izin mungkin merupakan hal yang mudah. Namun mungkin juga masih ada banyak orang yang kurang mengerti bagaimana cara menulis surat izin yang baik dan benar. Setidaknya anda harus menggunakan bahasa yang baik, sopan, dan sesuai dengan ejaan yang disempurnakan.

Selain itu, anda juga harus memperhatikan struktur surat izin ataupun unsur unsur surat izin dengan baik. Berikut adalah beberapa unsur unsur surat izin yang harus anda lengkapi.

  1. Nama Kota dan Tanggal, merupakan nama kota dimana surat itu anda tulis dan tanggal penulisan surat tersebut. Usahakan juga untuk menulis tanggal, tepat pada tanggal anda ingin meminta izin atau tanggal kapan anda mengirimkan surat tersebut.
  2. Perihal, merupakan topik dari isi surat yang anda kirimkan. Untuk bagian ini anda bisa mengisinya dengan kalimat Permohonan Izin.
  3. Lampiran, bagian ini bisa anda kosongkan jika memang tidak ada lampiran. Biasanya lampiran ini berupa surat keterangan sakit dari dokter jika anda memang beralasan sakit.
  4. Tujuan Surat, merupakan pihak yang anda tuju pada surat tersebut, atau kepada siapa anda meminta izin. Untuk anda yang masih sekolah bisa membuat tujuan wali kelas ataupun guru keseluruhan. Sementara untuk anda yang sudah bekerja bisa membuat tujuan kepada atasan ataupun kepada bagian personalia.
  5. Salam Pembuka, merupakan bagian pembuka, sebelum masuk ke bagian isi surat. Pada bagian ini anda bisa menulis Dengan hormat.
  6. Isi Surat, merupakan bagian terpenting pada surat izin. Pada bagian ini anda bisa menuliskan identitas anda dan juga alasan anda tidak bisa hadir dan harus meminta izin.  Anda juga bisa memberitahukan berapa lama anda tidak akan hadir di sekolah atau di kantor.
  7. Salam Penutup, berisikan ucapan terimakasih dan harapan untuk diberikan izin oleh yang bersangkutan.
  8. Nama dan Tanda Tangan, merupakan nama dan tanda tangan yang bersangkutan. Jika anda masih sekolah dan membuat surat izin sekolah, maka anda bisa meminta orang tua untuk menandatangani surat tersebut.

Contoh Surat Izin

Ada banyak jenis dan surat izin yang seringkali dipergunakan oleh banyak orang. Jika anda sudah bekerja, maka tentu anda akan membutuhkan contoh surat izin tidak masuk kerja. Jika anda masih sekolah, maka anda akan membutuhkan surat izin tidak masuk sekolah karena sakit atau karena alasan lain.

Berikut di bawah ini adalah beberapa jenis surat izin yang seringkali dipergunakan dalam kehidupan sehari hari.

  1. Izin Tidak Masuk Kerja
  2. Izin Tidak Masuk Sekolah
  3. Izin Tidak Masuk Kuliah
  4. Surat Izin Sekolah Buatan Sendiri
  5. Izin Tidak Masuk Kerja Karena Sakit
  6. Izin Tidak Masuk Sekolah Karena Sakit
  7. Izin Pelaksanaan Kegiatan
  8. Izin Tidak Masuk Kuliah Karena Sakit
  9. Izin Tidak Masuk Sekolah dengan Surat Keterangan Sakit
  10. Izin Tidak Masuk Kerja PNS.

Mungkin saja masih ada beberapa jenis dan contoh surat izin lainnya yang bisa dipergunakan. Namun setidaknya beberapa contoh di atas adalah beberapa contoh yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari hari. Anda bisa memilih dan menyesuaikan mana yang sesuai dengan keadaan anda, untuk kemudian mengembangkannya menjadi sebuah surat izin.