Pengertian Surat Kuasa, Cara Membuatnya, dan Contohnya

Pengertian Surat Kuasa – Ada banyak hal atau urusan yang mungkin memang harus dilaksanakan oleh seseorang dan tidak bisa diwakilkan kepada orang lain begitu saja. Ada juga banyak orang yang mungkin tidak bisa melaksanakan kewajbannya dikarenakan beberapa alasan. Jadi tidak heran jika ada beberapa orang yang mungkin harus memberikan wewenangnya ataupun kewajibannya untuk dilaksanakan oleh orang lain.

Jika anda tidak ingin berlama lama membaca penjelasan ini dan ingin langsung membaca mengenai contoh contohnya saja, maka anda bisa membacanya pada Contoh Surat Kuasa.

Namun tidak bisa memberikan wewenang begitu saja, seseorang harus memenuhi prosedur pelimpahan wewenang kepada orang lain. Atas hal tersebutlah seseorang akan membutuhkan yang namanya surat kuasa. Surat ini berisikan pelimpahan wewenang kepada orang lain secara resmi, untuk melakukan sesuatu hal atas nama pemberi kuasa. Jadi, ketika anda memberikan kuasa kepada orang lain untuk melakukan sesuatu hal, maka dia melakukannya atas nama anda sendiri.

Maka dari itu, anda harus berhati hati ketika memberikan kuasa kepada orang lain. Orang yang anda tunjukan haruslah orang yang benar benar anda percayai dan bisa memegang amanat dari anda sebagai pemberi kuasa. Bukan tidak mungkin jika anda salah orang, maka orang tersebut akan menyalah gunakan kuasa yang anda berikan kepadanya.

Ada banyak kasus yang mungkin harus menggunakan surat kuasa. Namun yang pasti, penggunaan surat tersebut adalah untuk kepentingan resmi dan untuk ditunjukkan kepada pihak lain. Ada beberapa wewenang yang diberikan dalam surat kuasa, seperti surat kuasa pengambilan bpkb, pengambilan dokumen, uang di bank, dan lain sebagainya.

Pengertian Surat Kuasa

Jika diartikan secara sederhana, maka kuasa merupakan kekuatan, wewenang, ataupun kesanggupan untuk melakukan sesuatu hal. Seperti yang saya sebutkan di atas tadi, ada banyak hal yang mungkin sudah harus anda lakukan sendiri. Jika tidak maka pihak lain tidak akan mengakui orang yang anda tunjuk sebagai pemegang wewenang atas hal tersebut. Maka dari itulah anda harus membutuhkan surat kuasa, dan mencantumkan nama orang yang anda tunjuk untuk memegang wewenang anda.

Salah satu contoh kecil penggunaan surat kuasa adalah untuk mengambil BPKB kendaraan bermotor. Ketika anda membeli kendaraan bermotor, maka tentu akan membutuhkan waktu sampai pihak samsat setempat mengeluarkan BPKB kendaraan tersebut. Dan itu semua sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab pihak showroom untuk mengurusnya. Ketika BPKB sudah dikeluarkan oleh pihak samsat, maka mereka tinggal menghubungi anda untuk mengambil BPKB tersebut ke showroom mereka.

Namun jika anda tidak memiliki waktu, maka anda bisa memberikan kuasa kepada orang lain. Dalam surat tersebut yang dibubuhi materai tersebut, anda bisa mencantumkan identitas anda sebagai pemberi kuasa, identitas penerima kuasa yang anda tunjuk, serta wewenang yang bisa dilakukannya atas nama anda, yakni untuk mengambil BPKB di showroom. Dengan demikian, maka pihak showroom pun tidak akan keberatan untuk memberikan BPKB kepada orang yang anda tunjuk.

Surat Kuasa adalah surat yang berisikan pelimpahan wewenang atau kekuasaan dari seseorang kepada orang lain untuk melakukan sesuatu hal atas nama pemberi wewenang. Dari sini bisa kita simpulkan, jika surat ini dipergunakan oleh perseorangan. Namun tujuan dari surat tersebut adalah untuk kepentingan resmi yang dipergunakan untuk meyakinkan pihak ketiga.

Bagian Bagian Surat Kuasa

Menulis surat kuasa tidaklah berbeda jauh dengan penulisan surat resmi lainnya. Selain menggunakan bahasa yang baik dan sopan, anda juga harus memperhatikan banyak hal lainnya. Salah satunya adalah memperhatikan struktur surat kuasa ataupun unsur unsur surat kuasa. Semua unsur unsur surat kuasa tersebut juga harus anda susun secara sistematis, agar pihak ketiga bisa dengan mudah mencerna isi dari surat yang anda berikan.

Berikut adalah beberapa unsur unsur surat kuasa yang harus anda lengkapi agar bisa menulis surat kuasa yang baik dan benar.

  1. Tulisan Surat Kuasa, tulisan ini diposisikan di bagian tengah atas dan semuannya ditulis dengan menggunakan huruf kapital. Jika kuasa yang anda berikan merupakan kuasa dari perusahaan, lembaga, organisasi, ataupun instansi pemerintah, maka bisa menggunakan kop surat terlebih dahulu. Barulah di bawah kop surat anda mencantumkan tulisan ini beserta dengan nomor surat.
  2. Kalimat Pembuka, biasanya diisi dengan kalimat Saya yang bertanda tangan di bawah ini.
  3. Isi Surat, merupakan bagian terpenting pada sebuah surat kuasa. Pada bagian ini anda harus mencantumkan identitas anda secara rindi sebagai pemberi kuasa, identitas penerima kuasa, beserta hal yang akan dilakukannya dengan menggunakan surat tersebut, yang adalah atas persetujuan anda untuk dilakukan atas nama anda.
  4. Kalimat Penutup, merupakan pengukuhan jika surat tersebut anda tulis dengan penuh kesadaran dan tanpa ada tekanan dari pihak manapun juga, serta agar surat tersebut dipergunakan sebagaimana mestinya.
  5. Nama Kota dan Tanggal, merupakan nama kota dimana surat tersebut ditulis dan tanggal penulisan dari surat tersebut.
  6. Nama dan Tanda Tangan Pemberi Kuasa, merupakan nama dan tanda tangan anda sebagai pemberi kuasa, yang juga dilengkapi dengan materai sebagai bukti penguat surat tersebut.
  7. Nama dan Tanda Tangan Penerima Kuasa, merupakan nama dan tanda tangan penerima kuasa, yang anda berikan wewenang untuk melakukan sesuatu hal atas nama anda.

Berbeda dengan beberapa jenis surat remsmi lainnya, surat kuasa ini memang harus menggunakan materai. Hal ini berguna sebagai penguat dari kuasa yang anda berikan. Sementara ukuran materai yang digunakan tergantung dari pihak ketiga, yakni pihak yang akan menerima surat tersebut ketika dipergunakan oleh penerima kuasa.

Contoh Surat Kuasa

Ada banyak jenis dan contoh surat kuasa yang bisa kita temukan dalam kehidupan sehari hari. Namun pada umumnya, semua sama saja, hanya berbeda pada beberapa bagian saja. Untuk anda yang ingin memberikan kuasa kepada orang lain, maka mungkin bisa mencari contoh mana yang paling cocok untuk anda gunakan. Sementara untuk anda yang masih sekolah atau kuliah dan mendapat tugas untuk menulis surat, maka bisa melihat beberapa contoh yang paling mudah untuk anda kerjakan.

Berikut adalah beberapa jenis dan contoh kuasa yang mungkin akan anda butuhkan.

  1. Kuasa Tanah
  2. Kuasa Pengambilan BPKB
  3. Kuasa Pengambilan Ijazah
  4. Kuasa Pengambilan Uang
  5. Kuasa Pengambilan Dokumen
  6. Kuasa Bank
  7. Kuasa Perseorangan
  8. Kuasa Khusus Perdata
  9. Kuasa Perwakilan
  10. Kuasa Biasa.

Mungkin masih ada contoh kuasa lainnya yang mungkin bisa dipergunakan, seperti surat kuasa tanah. Namun beberapa contoh di atas setidaknya sudah bisa mewakili dari sekian banyak kuasa yang seringkali dilimpahkan kepada orang lain. Anda bisa memilih jenis mana yang paling cocok untuk anda, dan kemudian mengembangkannya menjadi sebuah surat kuasa yang utuh dan baik.