Pengertian Surat Permohonan Izin, Cara Membuatnya, dan Contohnya

Pengertian Surat Permohonan Izin – Ada banyak jenis surat yang masih sering dipergunakan oleh berbagai pihak hingga sekarang ini. Walaupun surat memang sudah mulai ditinggalkan untuk komunikasi pribadi, namun tidak dengan urusan komunikasi resmi. Baik pihak kelompok, seperti instansi pemerintahan, perusahaan, lembaga, organisasi dan juga pihak perseorangan, masih banyak menggunakan surat.

Jika anda tidak ingin berlama lama membaca mengenai penjelasan ini, serta ingin langsung membaca mengenai contoh contohnya saja, maka anda bisa membacanya pada Contoh Surat Permohonan Izin.

Salah satu yang mungkin bisa kita temukan dalam kehidupan sehari hari adalah surat permohonan izin. Surat ini bisa dipergunakan oleh pihak kelompok tertentu maupun pihak perseorangan. Berbicara mengenai permohonan izin, mungkin akan banyak yang langsung berpikir mengenai permohonan izin kerja, permohonan izin sekolah, dan permohonan izin kuliah. Beberapa jenis permohonan izin di atas memang sering dipergunakan.

Namun bukan hanya itu saja, karena masih ada banyak jenis surat permohonan izin lainnya yang biasa digunakan. Beberapa contoh di atas hanyalah contoh contoh yang sering dipergunakan oleh perseorangan. Sementara yang sering dipergunakan oleh kelompok tertentu adalah seperti permohonan izin kegiatan, permohonan izin acara, permohonan izin usaha, dan berbagai jenis lainnya.

Salah satu contoh kecil adalah Karang Taruna di suatu desa yang ingin menyelenggarakan pertandingan sepak bola di daerah tertentu. Kegiatan tersebut pun direncanakan untuk dilakukan di lapangan milik kelurahan atau desa tersebut. Maka untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan, pihak karang taruna pun bisa mengirimkan permohonan izin kegiatan terlebih dahulu kepada aparat desa setempat, berupa permohonan izin menggunakan tempat.

Pengertian Surat Permohonan Izin

Jika diartikan secara sederhana, maka izin adalah pernyataan mengabulkan, menyetujui, ataupun memperbolehkan. Pernyataan menyetujui ini bisa merupakan pernyataan menyetujui pelaksanaan suatu kegiatan, menyetujui penggunaan suatu tempat, menyetujui ketidakhadiran, menyetujui pendirian suatu badan usaha, menyetujui pembangunan suatu bandungan, dan berbagai jenis persetujuan lainnya.

Jadi, Surat Permohonan Izin adalah permohonan dari suatu pihak atau seseorang untuk meminta persetujuan dari pihak lain yang berwenang tersebut. Jadi, ketika anda ingin meminta izin pelaksanaan suatu kegiatan di desa, maka anda perlu memohon persetujuan dari aparat desa. Sementara jika anda ingin meminta persetujuan ketidakhadiran kerja, maka anda harus memohon izin kerja kepada atasan anda.

Intinya, setiap permohonan izin yang berbeda, maka tujuan dari surat yang anda kirimkan juga akan  berbeda. Ada banyak pihak yang berbeda beda untuk menangani permohonan izin yang anda butuhkan untuk berbagai kepentingan.

Penggunaan surat izin ini pun bisa menggunakan kop surat dan tidak menggunakan kop surat. Ketika anda mengirimkan surat permohonan izin pribadi, maka tidak perlu menggunakan kop surat. Namun jika mengirimkan surat permohonan kegiatan, acara, usaha, dan lainnya, maka anda akan perlu menggunakan kop surat.

Bagian Bagian Surat Permohonan Izin

Tidak jauh berbeda dengan penulisan surat resmi lainnya, penulisan surat permohonan izin juga harus menggunakan bahasa yang baik dan benar, serta sesuai dengan kaidah kaidah penulisan surat resmi. Setidaknya ada beberapa bagian bagian surat permohonan izin atau unsur unsur surat permohonan izin yang harus anda lengkapi. Namun pada umumnya, menulis permohonan izin tidaklah begitu susah.

Namun mungkin masih ada beberapa orang yang kurang mengerti bagaimana cara menulis surat permohonan izin dengan baik dan benar. Untuk anda yang ingin menulis permohonan izin, maka beberapa unsur unsur surat permohonan izin di bawah ini harus anda lengkapi.

  1. Kop Surat, merupakan kop surat dari pihak yang membutuhkan izin. Bagiani ini bisa anda kosongkan jika anda memohon izin atas nama pribadi atau perseorangan.
  2. Nama Kota dan Tanggal, merupakan nama kota dimana surat tersebut diterbitkan dan tanggal berapa diterbitkan.
  3. Nomor Surat, merupakan penomoran berurut dan sistematis yang sudah disusun oleh pihak kelompok tertentu untuk digunakan pada setiap surat resmi yang mereka miliki. Jika anda mengurus izin perseorangan, maka tidak perlu menggunakan bagian ini.
  4. Perihal, merupakan isi singkat atau topik mengenai permohonan izin yang anda ajukan.
  5. Lampiran, untuk bagian ini bisa anda isi jika memang melampirkan suatu berkas atau dokumen pada surat tersebut. Sementara jika tidak, maka anda tidak perlu mengisi bagian lampiran surat.
  6. Salam Pembuka, biasanya diisi menggunakan kata Dengan Hormat ataupun ucapan Assalamualaikum.
  7. Isi Surat, merupakan bagian terpenting pada semua jenis surat. Pada bagian ini anda bisa mengutarakan mengenai izin yang anda butuhkan dengan lengkap, namun harus tetap singkat, padat, dan jelas.
  8. Salam Penutup, merupakan ucapan terimakasih dan harapan untuk dikabulkannya izin yang anda butuhkan.
  9. Nama dan Tanda Tangan, merupakan nama dan tanda tangan pimpinan suatu kelompok untuk permohonan izin kelompok. Sementara jika anda mengajukan permohonan pribadi, maka bisa mengisinya dengan nama dan tanda tangan anda sendiri.
  10. Stempel, bagian ini hanya perlu diisi oleh pihak kelompok yang mengajukan izin. Stempel ini berguna juga sebagai penguat dan pengesahan secara resmi surat yang diterbitkan tersebut. Sementara jika anda menggunakan surat permohonan izin pribadi, maka anda akan mengosongkan bagian ini.

Contoh Surat Permohonan Izin

Untuk anda yang memang membutuhkan perizinan dari pihak lain, mungkin akan membutuhkan beberapa bahan referensi untuk menulis surat permohonan izin. Untuk anda yang masih sekolah atau masih kuliah dan mendapat tugas untuk menulis surat izin juga demikian.

Berikut adalah beberapa contoh surat permohonan izin atau jenis jenis surat permohonan izin yang bisa anda kembangkan menjadi sebuah surat yang utuh.

  1. Permohonan Izin Kegiatan
  2. Permohonan Izin Kerja
  3. Permohonan Izin Acara
  4. Permohonan Izin Usaha
  5. Permohonan Izin Sekolah
  6. Permohonan Izin Kuliah
  7. Permohonan Izin Keramaian.

Mungkin masih ada beberapa jenis surat permohonan izin yang sering digunakan. Namun setidaknya beberapa contoh di atas merupakan jenis jenis permohonan izin yang paling sering digunakan dan paling sering kita temui. Anda bisa memilih jenis mana yang paling cocok untuk anda kerjakan, lalu kemudian mengembangkannya menjadi sebuah surat yang utuh.